She, she ain’t real,
She ain’t gonna be able to love you like I will,
She is a stranger,
You and I have history,
Or don’t you remember?
Sure, she’s got it all,
But, baby, is that really what you want?
Bless your soul, you’ve got your head in the clouds,
You made a fool out of you,
And, boy, she’s bringing you down,
She made your heart melt,
But you’re cold to the core,
Now rumour has it she ain’t got your love anymore,
Rumour has it, ooh,
Rumour has it, ooh,
Rumour has it, ooh,
Rumour has it, ooh,
Rumour has it, ooh,
Rumour has it, ooh,
Rumour has it, ooh,
Rumour has it, ooh,
She is half your age,
But I’m guessing that’s the reason that you strayed,
I heard you’ve been missing me,
You’ve been telling people things that you shouldn’t be,
Like when we creep out and she ain’t around,
Haven’t you heard the rumours?
Bless your soul, you’ve got your head in the clouds,
You made a fool out of me,
And, boy, you’re bringing me down,
You made my heart melt, yet I’m cold to the core,
But rumour has it I’m the one you’re leaving her for,
Rumour has it, ooh,
Rumour has it, ooh,
Rumour has it, ooh,
Rumour has it, ooh,
Rumour has it, ooh,
Rumour has it, ooh,
Rumour has it, ooh,
Rumour has it, ooh,
All of these words whispered in my ear,
Tell a story that I cannot bear to hear,
Just ’cause I said it don’t mean I meant it,
People say crazy things,
Just ’cause I said it, don’t mean that I meant it,
Just ’cause you heard it,
Rumour has it, ooh,
Rumour has it, ooh,
Rumour has it, ooh,
Rumour has it, ooh,
Rumour has it, ooh,
Rumour has it, ooh,
Rumour has it, ooh,
Rumour has it, ooh,
Rumour has it, ooh,
Rumour has it, ooh,
Rumour has it, ooh,
Rumour has it, ooh,
Rumour has it, ooh,
Rumour has it, ooh,
But rumour has it he’s the one I’m leaving you for.
Saturday, April 13, 2013
Friday, April 12, 2013
Bruno Mars - Grenade
Easy come, easy go
That's just how you live, oh
Take, take, take it all
But you never give
Should've known you was trouble
From the first kiss
Had your eyes wide open
Why were they open?
[Bridge]
Gave you all I had
And you tossed it in the trash
You tossed it in the trash, you did
To give me all your loveIs all I ever
asked
Cause what you don't understandIs
[Chorus]
I'd catch a grenade for ya (yeah,
yeah, yeah)
Throw my hand on the blade for ya
(yeah, yeah, yeah)
I'd jump in front of a train for ya (yeah,
yeah, yeah)
You know I'd do anything for ya (yeah,
yeah, yeah)
Oh ho,I would go through all this pain
Take a bullet straight through my
brain
Yes, I would die for you, baby
But you won't do the same
No, no, no, no
No, no, no, no
Black, black, black and blue
Beat me 'til I'm numb
Tell the devil I said "Hey"
when you get back to where you're from
Bad woman, bad woman
That's just what you are
Yeah, you smile in my face then rip
the brakes out my car
[Bridge]
Gave you all I had
And you tossed it in the trash
You tossed it in the trash, yes you
did
To give me all your love
Is all I ever asked
Cause what you don't understand
Is
[Chorus]
I'd catch a grenade for ya (yeah,
yeah, yeah)
Throw my hand on the blade for ya
(yeah, yeah, yeah)
I'd jump in front of a train for ya
(yeah, yeah, yeah)
You know I'd do anything for ya (yeah,
yeah, yeah)
Oh ho,I would go through all this pain
Take a bullet straight through my
brain
Yes, I would die for you, baby
But you won't do the same
If my body was on fire
You'd watch me burn down in flames
You said you loved me, you're a liar
Cause you never ever ever did, baby
But darling, I'd still catch a grenade
for ya
Throw my hand on the blade for ya
I'd jump in front of a train for ya
You know I'd do anything for yaI
would go through all this pain
Take a bullet straight through my
brain
Yes I would die for ya baby
But you won't do the same
No, you won't do the same
Oh, you never do the same
bulir air itu, aku mohon jaga Tuhan
bismillah..
Tuhan kini bulir-bulir air itu berjatuhan
membasahi wajahnya
mengalir melewati bibirnya
berdosakah aku tuhan?
Tuhan..
ingin ku ungkukapkan semuanya
kesalahanku..
kesalahan bodoh yang selama ini ku simpan
tapi Tuhan..
air matanya begitu berharga
tak tega mataku melihatnya
Tuhan..
tolong jaga bulir air itu
jangan kau biarkan air itu mengalir deras
sungguh..
kesalahanku tak pantas untuk ditangisi
Tuhan..
berjanjilah padaku
jagalah hatinya
jangan Kau biarkan air matanya jatuh
Tuhan tolong sampaikan
penyesalanku..
sungguh hatiku tak bermaksud menyakitinya
Tuhan..
sayatan sayatan itu.
tolong Kau bantu obati
tak pantas hatinya tersakiti
Tuhan kini bulir-bulir air itu berjatuhan
membasahi wajahnya
mengalir melewati bibirnya
berdosakah aku tuhan?
Tuhan..
ingin ku ungkukapkan semuanya
kesalahanku..
kesalahan bodoh yang selama ini ku simpan
tapi Tuhan..
air matanya begitu berharga
tak tega mataku melihatnya
Tuhan..
tolong jaga bulir air itu
jangan kau biarkan air itu mengalir deras
sungguh..
kesalahanku tak pantas untuk ditangisi
Tuhan..
berjanjilah padaku
jagalah hatinya
jangan Kau biarkan air matanya jatuh
Tuhan tolong sampaikan
penyesalanku..
sungguh hatiku tak bermaksud menyakitinya
Tuhan..
sayatan sayatan itu.
tolong Kau bantu obati
tak pantas hatinya tersakiti
Sumedang, saat merenungi kesalahan..
Air Mata di Malioboro
Mataku tak henti-henti mengikuti
semua gerak-gerik seorang wanita paruh baya di seberang jalan. Kini tangan
kirinya memegang tas plastik berisi semacam belanjaan. Sedangkan tangan kanannya
sibuk mengotak-atik sebuah handphone.
Disebelahnya ada seorang remaja yang berparas cantik (mungkin) anak dari wanita
paruh baya itu. Ya , aku yakin mereka ibu dan anak, wajah mereka begitu mirip.
Sesekali aku membuang mukaku ketika mata mereka tertuju padaku. Mereka terlihat
sedang mencari-cari seseorang, mungkin juga menunggu seseorang.
Sedangkan dari tadi aku berdiam
diri. Menunggu handphone di saku
celanaku berdering. Atau lebih tepatnya menunggu seseorang menghubungiku.
Sungguh melelahkan bukan? ketika harus mencari-cari seseorang yang belum pernah
kita temui sebelumnya di tempat yang sangat ramai seperti ini. Di kota yang
terkenal dengan batiknya. Ya aku sedang berdiam diri di jalan Malioboro,
Jogjakarta. Jalan yang sangat
terkenal dengan para pedagang
kaki lima yang
menjajakan kerajinan khas jogja dan warung-warung lesehan di malam hari, yang menjual makanan gudeg khas jogja serta terkenal sebagai tempat berkumpulnya para seniman-seniman yang sering mengekpresikan kemampuan mereka seperti
bermain musik, melukis, hapening art, pantomim dan lain-lain disepanjang jalan ini. Sungguh, disini
sangat ramai.
“drrrt”
handphone di saku celanaku bergetar. Refleks tanganku dengan cepat merogohnya.
1 pesan masuk tertulis dilayar handphoneku. Segera aku membukanya.
Sesuai
dengan perkiraanku, sms ini dari seseorang yang dari tadi aku cari. Seseorang
yang sama sekali belum pernah aku temui lagi selama belasan tahun. Ibuku. Ya
ibuku.
“ibu
dan kakakmu sudah sampai di Malioboro, kamu dimana nak? Ibu tepat di bawah
plang Malioboro” begitu isi sms yang ku terima.
Kembali
ku arahkan mataku kepada 2 wanita asing tadi. Bibirku membentuk senyuman
bahagia. Karena tepat di atas kepala mereka ada plang yang bertuliskan ‘JL.
MALIOBORO’. Tidak sia-sia dari tadi aku memantau mereka. Ternyata mereka orang
yang dari tadi aku cari. Segera aku berlari menyebrangi jalan. Dan kini aku
tepat di depan mereka.
“Yasintha?”
Tanya wanita paruh baya pelan dengan sedikit ragu. Aku hanya menganggukkan
kepala. Matanya kini berkaca-kaca. Dengan langkah yang pasti dia melangkah maju
mendekatiku. Tiba-tiba “Brukk” pelukan paruh baya tadi mengikat kuat. Tubuhku
melemah, jantungku berdebar hebat. Jelas terdengar suara ‘dag dig dug’ di
dadaku. Sungguh hangat pelukannya. Tetesan air pertamaku pun jatuh. Oh Tuhan sungguh
aku sangat merinding. Keadaan ini sungguh membuat air mataku mengalir dengan
deras. Sehangat inikah pelukan seorang ibu? Ibu yang selama belasan tahun
terpisahkan dengan seorang anaknya. Ya, aku! aku anaknya yang tak pernah tau
bagaimana wajahnya. Sejak bayi, ketika umurku baru 4 bulan, aku ditinggalkan
ibu kandungku. Yang terpisahkan oleh sebuah perceraian. Tapi kini dia nyata.
Bahkan kini aku ada dalam pelukannya. Sungguh aku rindu!
“Ibu?”
tanyaku memastikan saat melepaskan pelukannya. Entah bagaimana wajahku sekarang.
Mungkin telah penuh dengan bulir-bulir air mata bahagia, tepatnya air mata
kerinduan.
“Ya,
aku ibumu nak.” Jawabnya lirih dengan air mata yang mengalir melewati bibirnya.
Tuhan,
aku tak pernah menyangka ini. Ibu yang selama ini hanya kulihat dalam mimpi,
kini jelas berada di depanku. Rinduku! ternyata rinduku sungguh terbalaskan
detik ini. Terimakasih Tuhan. Sungguh pelukan pertama ini begitu hangat
rasanya.
‘MALIOBORO! Disini, air mata bahagiaku jatuh.
Disini air mataku mengalir dengan pelukan hangat yang nyaman dari seorang ibu.’
Ditulis dengan air mata yang mengalir secara sederhana
Saturday, April 7, 2012
MUNGKIN
Ini bukan tentang aku atau siapa pun, ini hanyalah salah satu
dari sekian banyak masalah yang pernah aku temui. Apakah kalian pernah melihat
seorang santri pesantren berpakaian muslim lengkap ? mungkin kenal ? ataupun
kalian sendiri yang menjadi santri tersebut ? ya mungkin. Lalu apakah kalian
tahu mengapa orang tersebut pesantren ? ya, ada yang lahir dari kemauan diri
sendiri mungkin, tapi ada juga yang berasal dari keinginan kedua orang tuanya
yang ingin anaknya tumbuh menjadi seorang muslim yang mengetahui, menguasai dan
mengamalkan ajaran agama dengan benar. Tapi apakah kalian pernah melihat orang
tua yang menangis karena kegagalannya dalam mendidik anak yaitu menyekolahkan
anaknya di ‘PESANTREN’ yang mungkin sekarang anaknya tumbuh menjadi anak yang
tidak berguna bahkan merugikan banyak orang. Mungkin semua itu terdengar aneh
di kuping kalian, tapi itu adalah nyata, kenyataan yang sangat sangat aku
benci. Apakah pantas seorang santri dari pesantren yang banyak mengetahui ilmu
agama mencaci maki adik, kakak bahkan kedua orang tuanya ? sungguh ironis bukan
? Bayangkan ! setiap orang yang tidak menuruti kemauan santri tersebut maka
kepribadian santri itu akan berubah menjadi orang yang tidak terpelajar, yaitu
mencaci, membully, orang tersebut sekalipun itu orang tuanya. Bahkan
keluarganya pun malu terhadap kelakuan santri tersebut. Adiknya pun menjadi
enggan membawa teman temannya masuk kerumahnya, sekalipun itu orang
terdekatnya.
Itu semua MUNGKIN !!
Subscribe to:
Posts (Atom)